Karapan Sapi, Kerapan Sapi Wisata Khas Madura
Rating by admin: stars
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Kalau kita bicara Karapan Sapi atau Kerapan Sapi, pasti akan terlintas Pulau Madura dibenak kita. Karapan sapi atau Kerapan Sapi, merupakan istilah untuk menyebut perlombaan pacuan sapi yang diadakan di Madura.
Karapan Sapi, Kerapan Sapi Wisata Khas Madura
Pada Perlombaan Karapan Sapi, kita akan melihat sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu tempat joki berdiri. Karapan sapi ini mempunyai lintasan sekitar 100 meter dan biasanya akan ditempuh dalam sekitar 10 detik.
Karapan Sapi, Perlomban Khas Madura.

Karapan Sapi, Kerapan Sapi Madura
Karapan Sapi adalah acara khas masyarakat Madura yang di gelar setiap tahun pada bulan Agustus atau September, dan akan di lombakan lagi pada final di akhir bulan September atau October. Yaitu saat dimana masyarakat Madura telah sukses menuai hasil panen padi atau tembakau.
Karapan Sapi ini selain diperlombakan, juga merupakan ajang pesta rakyat dan tradisi yang prestis dan bisa mengangkat status sosial seseorang. Jutaan biaya yang harus dikeluarkan untuk melatih dan merawat sapi-sapi karapan ini.

Karapan Sapi, Kerapan Sapi Madura
Karapan sapi didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan Madura yang dinamakan saronen. Babak pertama adalah penentuan kelompok menang dan kelompok kalah. Babak kedua adalah penentuan juara kelompok kalah, sedang babak ketiga adalah penentuan juara kelompok menang. Piala Bergilir Presiden hanya diberikan pada juara kelompok menang.
Ada beberapa macam karapan sapi yang dilaksanakan di Madura, yaitu kerap keni (karapan kecil), kerap raja (karapan sapi besar), kerap onjangan (karapan sapi undangan), kerap jar-ajaran (karapan sapi latihan), kerap karesidenan (kerapan sapi tingkat karesidenan).
Karapan Sapi Kecil atau kerap keni, diadakan pada tingkat kecamatan atau kewedanaan. Peserta karapan sapi kecil ini adalah warga dan sapi lokal dari daerah yang bersangkutan. Sapi kerap dari luar daerah tidak diperbolahkan turut serta. Jarak tempuh karapan sapi hanya 110 meter. Pemenang karapan sapi kecil ini akan menjadi peserta kerap raja.
Karapan Sapi Besar atau kerap raja ini disebut juga kerap negara. Karapan sapi besar ini biasanya diadakan di ibukota kabupaten pada hari Minggu. Jarak tempuh karapan sapi ini adalah 120 meter.
Karapan Sapi Undangan atau kerap onjangan adalah pacuan khusus yang diikuti oleh peserta yang diundang baik dari dalam kabupaten maupun luar kabupaten. Karapan undangan ini diadakan menurut waktu keperluan atau dalam acara peringatan hari-hari tertentu.
Asal Usul Karapan Sapi Madura
Ada beberapa versi yang menceritakan asal-usul karapan sapi ini. Ada yang mengatakan karapan sapi ini munculnya untuk penyebaran agama Islam di Maduran dan satunya mengatakan bahwa karapan sapi ini muncul dengan sendirinya dikarenakan mereka ingin mengadu kekuatan dan kecepatan sapi-sapi mereka dalam mengolah sawah.
Pengertian Karapan Sapi atau Kerapan Sapi Madura
Pengertian kata kerapan adalah adu sapi memakai kaleles. Kaleles adalah sarana pelengkap untuk dinaiki sais atau joki yang disebut tukang tongko. Kaleles yang dipakai dipilih yang ringan agar sapi bisa berlari semaksimal mungkin, dan kuat untuk dinaiki tukang tongko. Sapi-sapi yang akan dipacu dipertautkan dengan pangonong pada leher-lehernya sehingga dua sapi menjadi satu pasangan.

Karapan Sapi, Kerapan Sapi Madura
Sapi kerap adalah sapi pilihan dengan ciri-ciri tertentu, yang antara lain berdada air artinya kecil ke bawah, berpunggung panjang, berkuku rapat, tegar tegak serta kokoh, berekor panjang dan gemuk. Pemeliharaan sapi kerap juga sangat berbeda dengan sapi biasa. Sapi kerap sangat diperhatikan masalah makannya, kesehatannya dan pada saat-saat tertentu diberi jamu. Biaya perawatan sapi kerap ini tidak sebanding dengan hadiah yang diperoleh bila menang, tetapi bagi pemiliknya merupakan kebanggaan tersendiri dan harga sapi kerap bisa sangat tinggi.

Karapan Sapi, Kerapan Sapi Madura
Sapi kerap ada tiga macam yaitu sapi yang “cepat panas” (hanya dengan diolesi bedak panas dan obat-obatan cepat terangsang), sapi yang “dingin” (apabila akan dikerap harus dicemeti berkali-kali), dan sapi “kowat kaso” (kuat lelah, memerlukan pemanasan terlebih dahulu).
Pada waktu akan dilombakan pemilik sapi kerap harus mempersiapkan tukang tongko, tukang tambeng yang bertugas menahan, membuka dan melepaskan rintangan untuk berpacu, tukang gettak sebagai penggertak sapi agar sapi berlari cepat, tukang gubra yang terdiri orang-orang penggertak sapi dengan bersorak sorai di tepi lapangan, tukang ngeba tali yaitu pembawa tali kendali sapi dari start sampai finish, tukang nyandak yaitu orang yang bertugas menghentikan lari sapi setelah sampai garis finish, tukang tonja yaitu orang yang bertugas menuntun sapi.

Karapan Sapi, Kerapan Sapi Madura
Beberapa peralatan yang penting dalam karapan sapi yaitu kaleles dan pangonong, pangangguy dan rarenggan yaitu pakaian dan perhiasan, rokong yaitu alat untuk mengejutkan sapi agar berlari cepat. Dalam kerapan sapi tidak ketinggalan adanya saronen yaitu perangkat instrumen penggiring kerapan. Perangkat tersebut terdiri dari saronen, gendang, kenong, kempul, krecek dan gong.
Karapan Sapi merupakan Pesta Rakyat Madura
Umumnya sebuah pesta rakyat, penyelenggaraan Kerapan Sapi juga sangat diminati oleh masyarakat Madura. Setiap kali penyelenggaraan Kerapan Sapi diperkirakan masyarakat yang hadir bisa mencapai 1000-1500 orang. Dalam pesta rakyat itu berabagai kalangan maupun masyarakat Madura berbaur menjadi satu dalam atmosfir sportifitas dan kegembiraan.

Karapan Sapi, Kerapan Sapi Madura
Sisi lain yang menarik penonton dari karapan sapi adalah kesempatan untuk memasang taruhan antarsesama penonton. Jumlah taruhannya pun bervariasi, mulai dari yang kelas seribu rupiahan sampai puluhan, bahkan ratusan juta rupiah. Biasanya penonton yang berdiri disepanjang arena taruhannya kecil, tidak sampai jutaan. Tetapi, para petaruh besar, sebagian besar duduk di podium atau hanya melihat dari tempat kejauhan. Transaksinya dilakukan di luar arena, dan biasanya berlangsung pada malam hari sebelum karapan sapi dimulai.
Karapan Sapi merupakan Adu Gengsi Rakyat Madura
Pemilik sapi karapan memperoleh gengsi yang tinggi manakala mampu memenangkan lomba tradisional tersebut. Selain itu, harga pasangan sapi pemenang karapan langsung melambung. Misalnya, harga sapi yang memenangkan lomba Karapan Sapi 2003 melambung menjadi Rp200 juta dari 2 tahun sebelumnya hanya Rp40 juta.

Karapan Sapi, Kerapan Sapi Madura
Untuk membentuk tubuh pasangan sapi karapan yang sehat membutuhkan biaya hingga Rp4 juta per pasang sapi untuk makanan maupun pemeliharaan lainnya. Sapi karapan juga diberikan aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari, terlebih-lebih menjelang diadu di arena karapan.
Karapan Sapi identik dengan penyiksaan

Karapan Sapi
Berdasarkan tradisi masyarakat pemilik sapi karapan, maka hewan tersebut menjelang diterjunkan ke arena dilukai di bagian pantatnya yakni diparut dengan paku hingga kulitnya berdarah agar dapat berlari cepat. Bahkan luka itu diberikan sambal ataupun balsem yang dioles-oleskan di bagian tubuh tertentu antara lain di sekitar mata.
Jika awalnya karapan sapi hanya menggunakan cambuk agar sapi-sapi itu mau berlari kencang, saat ini peralatan itu mulai ditinggalkan dan diganti tongkat penuh paku. Bahkan sebelum dipacu, sekujur badan dan mata sapi tersebut diolesi balsam, dikucuri spirtus dan cuka untuk menimbulkan sakit dan kemarahan sapi hingga dia berlari bagai mengamuk.
Dengus nafas sapi dan darah segar yang mengucur dari luka bekas cakaran tongkat berpaku sang joki silih berganti, kibasan ekor yang bergerak ke kiri dan kanan serta airmatanya yang mengalir, menggambarkan betapa binatang itu menahan sakit, perih dan panas yang amat sangat. Kesemuanya terbalut dengan teriakan pemilik, pebotoh, dan penonton yang kegirangan menyaksikan laju binatang yang sudah dipasang dengan keleles itu.

Karapan Sapi, Kerapan Sapi Madura
Ada dua perlakuan yang bertolak belakang pada karapan sapi ini. Dibalik perlakuan istimewa menjelang karapan, si sapi harus berjuang keras ketika sudah digaris laga. Pantat dan ekor sapi yang digaruk paku oleh sang joki saat perlombaan, hingga mata dan dubur si sapi yang diolesi bedak panas, balsem dan sambal extra pedas. Karapan sapi lebih fantastis lagi dengan adanya permainan gaib sang dukun keberuntungan yang di adu pula disini.
Semua tindakan di atas bukanlah budaya asli dari Karapan. Ini adalah sebuah penyimpangan budaya yang memang sulit di ubah. Meski berkali-kali pemerintah sudah menegaskan agar tidak ada kekerasan fisik terhadap sapi kerap tapi hal ini terus berlangsung.
Dan inilah yang benar-benar terjadi pada Wisata Khas Madura Karapan Sapi
upacara adat madura , wisata madura , karapan sapi , tempat wisata di madura , gambar penyimpangan kebudayaan , penyimpangan kebudayaan , upacara adat madura adu sapi , upacara adat hantar rokong , penyimpangan sosial khas madura , gambarpenyimpangan sosial , gambar budaya




indonesia memang kaya akan budaya
wah wah wah jadi ingat madura ni
madura memang the best